Piala dan Medali Custom Logam untuk Event Kejuaraan: Cara Memilih Bahan, Proses, dan Finishing

Piala dan medali custom logam yang layak untuk kejuaraan ditentukan oleh tiga hal: bahan dasar, cara pembuatan, dan finishing. Untuk desain 3D dengan jumlah banyak, medali cor dari zinc alloy (paduan seng) biasanya paling masuk akal. Untuk garis logo yang sangat halus, kuningan tempa bisa lebih unggul. Warna emas, perak, dan perunggu hampir selalu berasal dari lapisan finishing, bukan dari bahan aslinya, jadi kualitas pelapisan dan ketebalan logam dasar lebih penting daripada warna. Artikel ini menjelaskan cara membacanya, dengan data dari event nasional dan Olimpiade, supaya panitia bisa memesan dengan spesifikasi yang jelas dari Inara Logam atau vendor mana pun.

Kenapa Volume Harus Dihitung Sejak Awal

Medali kejuaraan hampir tidak pernah dipesan satuan. Di PON XXI Aceh-Sumut 2024, Aceh menjadi tuan rumah 33 cabang olahraga (cabor) dengan 510 nomor pertandingan dan sekitar 5.636 atlet. Sumut menggelar 34 cabor, 528 nomor, dan sekitar 6.281 atlet, menurut rekap Diskominfotik Provinsi Lampung. Nomor pertandingan adalah kategori lomba yang menghasilkan juara sendiri. Makin banyak nomor, makin banyak set piala dan medali yang harus siap.

Event yang lebih kecil pun bisa besar. Pugnator Yogyakarta Taekwondo International Championship (Oktober 2025) diikuti sekitar 3.000 peserta dari tujuh negara dan diproyeksikan memutar uang hingga Rp35 miliar, menurut Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora. Angka itu proyeksi, bukan realisasi. Sementara itu, Kemenpora melaporkan bahwa 3rd International Indonesia Pencak Silat Open Championship (4-10 Agustus 2025) mempertemukan 3.620 pendekar dari Indonesia dan 20 negara. Saat membuka ajang itu, Wamenpora Taufik Hidayat menyebut kejuaraan tersebut memiliki “tujuan besar yang mengarah peningkatan prestasi olahraga”.

Bagi produsen, angka-angka ini berarti jumlah, jadwal, dan pembagian nomor harus dikunci sebelum cetakan dibuat. Medali juara adalah bukti fisik pertama dari prestasi yang ingin dirayakan sebuah kejuaraan.

Emas, Perak, Perunggu: Warna atau Bahan?

Ini salah kaprah yang paling sering muncul saat konsultasi. Medali emas Olimpiade pun bukan emas murni. Aturan IOC mensyaratkan minimal 92,5% perak dengan sepuhan 6 gram emas. Sepuh (plating) adalah lapisan tipis logam yang dilekatkan ke permukaan logam dasar.

Contohnya medali Paris 2024. Medali emasnya berbobot 529 gram, terbuat dari perak yang disepuh 6 gram emas, sedangkan perunggunya paduan tembaga, timah, dan seng.

Untuk kejuaraan di tingkat kota, provinsi, atau klub, prinsipnya sama. “Emas” berarti warna hasil pelapisan di atas logam dasar, biasanya kuningan atau zinc alloy. Karena itu, tanyakan dua hal ke vendor: apa logam dasarnya, dan bagaimana lapisan finishingnya. Produsen medali di AS mencatat bahwa medali berlapis bisa tergores sampai logam dasarnya terlihat jika sering dipegang. Medali yang dipajang jadi kenang-kenangan tentu diharapkan awet.

Cor atau Tempa: Memilih Cara Pembuatan

Dua proses ini menghasilkan karakter medali yang berbeda. Perlu dicatat, sumber teknis di bagian ini berasal dari produsen medali, jadi anggap sebagai panduan umum dan minta sampel untuk membuktikannya.

Medali cor (die-cast) dari zinc alloy

Pada die-cast, logam cair dituang atau disuntik ke cetakan baja. Zinc alloy, yang sering dikenal dengan grade Zamak, punya titik lebur rendah dan mengalir baik, sehingga cocok untuk bentuk kompleks, cekungan, dan desain tiga dimensi. Kelemahannya, bahan ini bisa lebih getas daripada kuningan atau baja. Bagian tipis dan lubang gantungan pita perlu dirancang cermat karena medali bisa terkelupas atau patah jika jatuh.

Medali tempa (die-struck) dari kuningan

Pada die-struck, lembaran logam seperti kuningan atau tembaga ditekan mesin bertonase tinggi. Untuk garis dan tekstur yang sangat halus, kuningan tempa bisa mengungguli logam cor. Kuningan yang dipoles lalu dilapisi pelindung bening bahkan bisa tampil seperti emas tanpa sepuh emas. Batasannya, proses ini lebih cocok untuk desain datar atau berelief dangkal.

Untuk memutuskan, cek tiga hal pada sampel: tepi medali, teks kecil, dan lubang tempat pita. Di situ perbedaan kualitas paling cepat terlihat.

Berat dan Tebal: Jangan Terkecoh

Panitia sering menganggap medali berat pasti berkualitas. Padahal berat mengikuti ukuran dan konsep desain. Medali Paris 2024 berukuran 85 mm dengan tebal 9,2 mm, berbobot 529 gram (emas), 525 gram (perak), dan 455 gram (perunggu). Medali Commonwealth Games 2022 di Birmingham berdiameter sekitar 63 mm dan berbobot sekitar 150 gram untuk emas dan perak, 130 gram untuk perunggu. Keduanya medali kelas dunia dengan bobot yang sangat berbeda.

Batas bawah dari IOC pun cukup longgar: sekitar 60 mm untuk diameter dan 3 mm untuk ketebalan. Angka ini tercatat berbeda di beberapa referensi, jadi jangan dijadikan patokan tunggal. Yang lebih penting bagi panitia adalah menuliskan diameter, ketebalan, dan target bobot di kontrak. Dengan begitu tidak ada beda persepsi saat barang datang.

Desain yang Bercerita

Medali yang diingat biasanya punya cerita. Paris 2024 memproduksi 5.084 medali, sekitar 2.600 untuk Olimpiade dan 2.400 untuk Paralimpiade, masing-masing dengan 18 gram besi asli Menara Eiffel. Presiden operator menara itu, Jean-François Martins, menyebut “This medal is of historical significance”. Kepala kreatif Paris 2024, Thierry Reboul, menggambarkannya sebagai “the opportunity for the athletes to bring back a piece of Paris”.

Kejuaraan daerah tidak perlu sebesar itu. Ikon lokal, motif khas kota, atau tanggal event yang ditatah rapi sudah membuat medali terasa milik event tersebut. Mintalah sisi belakang atau tepi dipakai untuk nama nomor pertandingan, supaya medali punya identitas yang jelas.

Alur Pemesanan yang Mengurangi Risiko Revisi

  1. Kunci jumlah dan nomor pertandingan. Hitung juga cadangan, karena perubahan hasil atau kerusakan bisa terjadi.
  2. Tentukan bahan dan proses. Cor untuk detail 3D dan volume besar, tempa untuk garis halus dan kesan klasik.
  3. Setujui mock-up atau sampel. Mock-up adalah gambar atau contoh fisik sebelum produksi massal.
  4. Konfirmasi finishing. Tanyakan jenis dan ketebalan lapisan.
  5. Minta jadwal produksi tertulis dengan tenggat yang menyisakan ruang untuk revisi dan pengiriman.

Di Inara Logam, kami menyarankan diskusi dimulai dari jumlah, jadwal, dan anggaran, bukan dari model. Dari situ pilihan bahan dan proses menjadi jauh lebih mudah dipersempit.

FAQ

1. Apakah medali emas juara itu terbuat dari emas asli?

Umumnya tidak. Medali emas Olimpiade pun berupa perak yang disepuh emas. Untuk event lokal, warna emas biasanya lapisan di atas kuningan atau zinc alloy.

Tergantung desain. Zinc alloy unggul untuk bentuk 3D dan volume besar. Kuningan tempa unggul untuk garis sangat halus. Kalau desain Anda punya bagian tipis atau lubang gantungan yang kecil, bahas kekuatannya dulu.

Tidak ada angka baku, karena bergantung pada jumlah, bahan, dan kerumitan desain. Mulailah begitu jumlah dan nomor pertandingan pasti, lalu minta jadwal tertulis dengan ruang untuk revisi mock-up.

Sebaiknya ya. Pada Paris 2024, jumlah medali yang dibuat diperkirakan melebihi kebutuhan karena sebagian disiapkan untuk kemungkinan penggantian, seperti pencabutan medali. Skalanya jauh berbeda dengan kejuaraan daerah, tapi logikanya sama.

Panduan memilih piala dan medali custom logam untuk event kejuaraan: bahan, cor vs tempa, finishing, hingga tips pesan dari Inara Logam.? Tim Inara Logam siap membantu dari tahap konsultasi desain sampai pengerjaan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *